anugrah atau petaka, kalau hidup itu anugrah tapi kenapa banyak yang menuju petaka, jika ummat manusia hanya sepertiganya adalah muslim dan banyak diantara muslim hanya di ktp, memang salah satu kitab yang wajib diketahui adalah injil tapi juga paham yesus sebagai tuhan bukan sebagai nabi sudah suatu bentuk kekafiran, sedangkan mereka yang tidak sempat hidup memang bukan disebut petaka atau anugrah hanya saja tiket spesial ke surga, begitu juga dengan ummat muslim yang islam ktp dosa harus dibersihkan dahulu di neraka untuk bisa kembali ke surga, tapi kenapa tujuannya itu surga?

bentuk hidup saat ini cuma pertanyaan, walau sudah pernah berada di dunia roh tapi tidak ada jawaban seperti apa disana, bagaimana jika digambarkan dimensi yang berbeda dari dimensi ruang waktu di kehidupan ini, seperti firman tuhan yang sudah memprediksi kiamat, rezeki, umur, maha tau akan awal dan akhir, dan dia yang menciptakan,

berbeda sebagai makhluk, manusia, saya mungkin tidak atau belum menemukan kenikmatan dari olahraga atau gym, atau bahkan ibadah atau sedekah, ketimbang menuju surga atau neraka yang lebih saya pikir adalah apakah ini bentuk dari neraka, atau hanya sebuah metamorfosa seperti surga dunia,

saya tidak tau mana yang berperan antara pikiran atau ruh ke dalam diri, ruh memang dijelaskan di agama, tapi ilmiah adalah fakta dan bentuk dari fakta sendiri adalah benar terjadi dan objektif, tapi untuk kekuatan iman bagaimana menjelaskan ruh sebagai hal yang ilmiah jika kekuatannya adalah iman, apakah hukum dimensi yang berbeda atau ilmu dunia yang terbatas,

begitu juga dengan otak jika sebagai pengendali tubuh harusnya ada sesuatu yang bisa memanipulasi enzim atau seperti dopamin atau bahkan emosi lainnya, atau bahkan pengendali pikiran, jika memang bisa maka olahraga atau gym, sedekah dan ibadah bisa menjadi nikmat dan kecanduan yang baik untuk diri dan kesehatan,

mungkin hati ya, tapi sekilas kurang logis karena bentuk sebab akibat yang tidak secara langsung,

ketimbang membanggakan diri beruntung dan buntung atau membandingkan dengan orang lain, setiap waktu pasti ada kedua peran ini, dimasa kecil yang mungkin baik-baik saja, smp yang buntung dan beruntung, smk juga sama, bahkan mungkin sampai saat ini,

saya tidak tau mana yang benar mana yang baik ketika nabi sudah tidak bersama kita lagi, sunnah yang dilakukan, atau justru budaya yang mencampuri, kenapa ummat islam ini tertinggal, sudah bukan masanya emas lagi, hukum karma tidak dikenal tapi sebiji zarrah, hidup dan mati hanya sekali, jadi nikmati dan persiapkan diri, jawaban dua lingkup orang pasti berbeda sebagai ilmuan atau alim ulama, dan saya disini bukan sebagai keduanya hanya bersama pikiran yang mengambang.