saya lagi dengan hal yang biasa, hari ini genap 26 tahun tapi hijriah lebih tua, ga berharap apa-apa kecuali nasib baik, mungkin hari ini saya banyak ngelamun,

berawal dari saya lupa cuci baju semalam dan wastafel yang berbelatung karena banyak sisa makanan, karena semalam memilih tidur lebih awal, hari minggu ke sunmor ugm normal day yang panas, beli durian kocok karena kemarin masih ga dapet2 ternyata mahal dan dikit, nyari jalan masuk ke taman dari masuk gang kuninangan sampai nekat masuk ugm, sampainya di gerbang ke lembah disuruh parkir diluar karena ada silat dan parkir penuh, jalan kaki sampai akhirnya loncat pagar, perjalanan sampai tempat duduk makan sebentar tapi banyak nyamuk, lanjut perjalanan keluar tapi banyak yang bisa masuk dan sepertinya memang satu-satunya jalan yang tidak di izinkan masuk satpam tadi, kembali pulang salah jalan karena satu arah di klakson mobil supirnya ibu2 sampai balik diliatin terus, sampai rumah kerja beberapa keluhan sistem bermaslaah mungkin sudah sehari-hari, selagi kerja ada kerabat pak kos tidak nyaman berantakan diluar sedangkan di dalam anak ga bisa tidur tapi ibunya minum obat efek ngantuk, jadi di ajak jalan, jalan kaki masih panas, sekitar 20 menit mendung dan hujan waktunya balik angkat jemuran, ada kucing hima atau ragdol lucu minta di pelihara saya masih pikir2, dan malam hari beli makan di lalap untungnya menunya lengkap, masih memikirkan jangan memikirkan orang buka hp hanya meliat harga tanah dan beberapa scroll, mungkin tidak sampai 20 menit mas nya bilang mas ini ya di panggil dari tadi, pembeli duduk sebelah juga bilang di panggil2 ndak denger, sepanjang perjalanan pulang cuman kepikiran dan hati-hati hal tidak nyaman apa lagi yang akan datang, dan di akhir lalapnya tidak include sambel.

saya mungkin hanya curhat ke istri atau hanya lewat tulisan, karena teman-teman saya ini sudah punya kehidupan masing-masing, padahal kurang ngobrol ini rasanya saya semakin jauh dengan orang, secara obrolan sih ya kabar baik seperti biasa, tapi secara jalan tidak bisa di jelaskan,

biasa di jelaskan istri, biasa liat postingan dengan bahasa melawan ego, apakah melawan ego itu saya pasrah saya salah saya minta maaf atau mungkin ga beli ini dlu mungkin ga makan dlu itu pengen tapi ya kapan-kapan saja lah, ada yang lebih penting,

kalau bahas keinginan, saya ingin memperbaiki barang-barang rusak saya tapi belum bisa, saya ingin belajar lagi jenjang lebih tinggi tapi belum bisa, saya ingin buat lagu saya sendiri tapi belum bisa, saya ingin membahagiakan keluarga saya tapi belum bisa, saya ingin ibadah dan mengaji rutin tapi belum bisa, saya ingin keluar negeri tapi belum bisa, ingin tempat tinggal layak tapi belum bisa, saya sadar saya sering lupa intropeksi diri, saya punya motto tidak ada yang tidak bisa hanya belum saja, tapi sampai kapan,

iya saya dari orang biasa keluarga biasa, alhamdulillah biasa saja, dari sekian ketidakbiasaan orang lain mungkin lebih tidak bisa, tapi apa poin nya? memandang keatas atau kebawah?, liat ibu2 itu naik mobil nyupir sendiri klakson karena saya salah, berbeda kisah dengan saya yang ga tau arah balik pulang dari ugm yang luas, ada teman yang nasibnya nanggur dirumah mertua bersama istri anak, berbeda kisah dengan saya di kos jauh dengan orangtua masih dengan kerjaan walau kurang jelas, teman-teman yang lain dapat usaha sampingan bahkan jadi utama dan fokus beberapa melanjutkan studi ke s2, ya walaupun beberapa pun masih di jalan menuju kelulusan s1, saya mungkin di tengah-tengah.

Dipublikasikan: 15/3/2026