ada ujian dunia, cobaan masalah berat karena diri sendiri, mau bilang ini dari Tuhan atas dasar maha pengasih atau murka nya? bencana alam, jatuh sakit atas dasar apa? katanya tergantung dari prespektif, dia akan penyayang jika berfikir baik, dia murka jika berprasangka buruk, saya sudah kuat sudah terbiasa dengan masalah-masalah ini, dunia yang tak pikir baik-baik saja, ternyata tidak semudah yang ku kira, semua karena saya lagi, ibadah itu gampang tapi yang susah itu di Istiqomah, kalo melihat Tuhan dari reaksi nya dia sepertinya murka, mau dibilang lebih dekat dari nadi pun godaan mudah terlaksana, saya pantas dapat balasannya, pola yang sama, kalau tau salah kenapa di ulangi, kalo jadi masalah kenapa di lakukan, endingnya dia yang di salahkan, untuk apa penjelasan? apa kata-kata saya ga sesuai dengan perilaku? ga semudah itu, saya bukan ga merasa bersalah, saya ga mewajarkan, saya ga menyalahkan Tuhan, dia, atau orang lain, mau menyalahkan setan? saya setannya, saya cuma ga ingin mengeluh atas kekurangan dia, sakit dia, saya laki-laki ga berhak untuk mengeluh, tapi setelah di lihat-lihat semua menjauh, Tuhan, agama, akal, kebaikan, sisa yang ada mungkin keburukan, karena saya? iya kayaknya, saya pendosa yang sengaja dunia ini berat, saya ga punya pandangan masa depan, apa saya mampu ini bahkan belum sampai di akhirat, saya ga percaya saya ada di golongan orang-orang baik, nyatanya juga begitu, doa saya tidak terkabul? sepertinya terkabul semua jasad ini, arwah ini, pikiran ini bukan milik saya, saya juga tidak menggunakannya dengan baik, ingin saya kebalikan, tapi dia dengan siapa, tapi dengan saya juga tidak baik