disclaimer: baiknya pemikiran ini seharusnya di tanyakan kepada ustadz atau ahli agama

kapan kita bisa menentukan kita sabar menerima, sabar menghadapi, atau sabar menjalani

"kenapa cobaan berat ini jatuh ke saya bukan ke orang lain" atau "kamu masih mending, saya loh..."

setiap manusia pasti akan terfikir demikian secara relatif letak diri

walau kita telah menilai diri sudah penuh kesabaran, ada apa dengan kehidupan ini

apakah tuhan pengasih dan penyayang, atau telah bosan dengan diri kita

masih banyak nikmat dan hikmah yang di berikan, seandainya salah satu dari indra ini hilang

apakah masih tetap sabar, ada orang tuna netra atau tuna wisma di jalan apa kita mampu

dia lah yang maha mengetahui apakah akan membiarkan hal tersebut.

kesimpulan, tinggal kembali lagi ke masing-masing dalam memposisikan diri

sebagai makhluk yang bodoh dan khilaf kita hanya terbatas tidak tau tugas kita adalah menjalani

bukan menghakimi, justru dengan keluarnya pikiran saya telah sabar atau kurang sabar apa saya

itulah sombong diri dan sifat kufur.

Dipublikasikan: 4/2/2024