secara harfiah memang saya yang bilang tapi sebenarnya bukan, pengalaman hidup orang-orang berbeda jadi jangan melangkah di jejak yang sama, tapi nasehat pasti dari orang berbeda, mungkin tidak dari diri sendiri ya,

dalam artian persiapan untuk suatu keinginan, bukan berarti saya tidak punya persiapan atau tidak punya keinginan, saya akan memilih hal lain yang prioritas atau tidak mengutamakan diri, hanya saja keraguan saya atas tidak memberikan hak diri apakah termasuk dari salah satu kedzaliman,

ya mungkin bener kata ecal sih, saya terlalu banyak nonton anime, tapi dengan kondisi galau begini, bukannya saya benci animenya hanya saja saya yang benci diri saya,

saya tau umur 26 tahun ini rasanya baru saja di sepertiga hidup, apa selamanya saya akan begini ya, seperti yang saya bilang persiapan sebelum menentukan keinginan, tapi saya pribadi untuk menuju keinginan ini sangat berat, juga ada banyak ujian, orang lain pasti punya ujiannya juga, dan saya juga tidak mungkin menyalahkan tuhan, yang bisa saya salahkan hanya diri saya sendiri,

dan apakah atas semua kesulitan ini, ujian ini, cobaan ini adalah jalan menuju bangkit? apakah saya masih percaya jalur orang tua jalur orang dalam justru lebih ampuh?

kenyataan itu selalu pahit