awal nikah pernah bilang ke doi, atau sebelum nikah entah lupa, sedang membahas masa depan, disana ada perbedaan pendapat kalau saya pribadi punya ideologi menolak untuk kaya, cukup yang biasa-biasa saja. tentu dengan statemen tersebut saya punya alasan dasar,
selain itu ada juga ideologi lain saya yaitu lebih baik saya tidak tau ketimbang tau dan menyesal.
saya itu tau, tapi lebih sering khilaf kalau saya pribadi juga salah, dengan mudah menyalahkan kesalahan orang, umumnya juga terjadi ketika dengan orang, maupun sendiri. saya dengan mudah punya pemikiran kalau ada banyak cara halal tapi orang-orang ini membuat sulit. saya usahakan untuk mengurangi hal-hal tersebut.
yang menjadi tantangan adalah kebijakan dan amanah seorang pemimpin,
kalau sejak awal ranking itu ada, dan penghargaan untuk dia yang baik itu ada, jangan samakan semua orang itu sama. orang lain tidak bisa dan tidak mau adalah jelek dan buruk, bagaimana dengan yang bilang itu? tidak akan sadar.
ideologi yang awalnya saya menolak untuk kaya, tentu alasannya adalah tanggung jawab. hisabnya lama, harta juga tidak sampai ke akhirat, mungkin hutangnya. cuman sekarang sepertinya sudah berubah,
banyak yang lebih takut kehilangan teman ketimbang iman