Article Cover

Beli Harddisk 4TB 160RB Bad Sector Buat Apa

Jika saya bilang saya punya masalah atau saya kesal, apakah akan di jawab dengan pertanyaan kembali "sama siapa?" nyatanya yang buat kesal saya adalah diri saya sendiri, ada banyak sekali data yang saya punya entah berada dimana, saya lupa, beberapa diantaranya saya upload ke cloud seperti Google Drive, MediaFire, OneDrive, dan Mega tapi saya masih belum menemukannya.

Memang saya punya beberapa riwayat kehilangan data, seperti SSHD 2tb saya yang pernah bad sector dan membayar sekitar 1,5jt untuk melakukan recovery data, begitu juga SSD XPG 512gb saya yang pernah tidak terdeteksi, untungnya masih bisa claim garansi setelah 5 tahun.

Dan data tersebut masih tidak ditemukan, hal yang membuat saya ingat ada data tersebut adalah screenshot yang biasa saya ambil setiap event atau melakukan sesuatu, dimana saat itu saya melakukan compressing dan reduce image pada banyak foto karena besarnya ukuran dan hdd saya yang sudah tidak muat.

Reduce Size Photo

Itu adalah screenshot 2017 dengan data tahun 2015 jauh hampir dekade yang lalu, tapi data jelas akan terus berkembang dan ukuran akan terus bertambah, terutama data yang bersifat media seperti gambar foto atau video.

Bahkan di tahun ini selain game dan berkas proyek, ada banyak sekali gambar yang perlu di amankan, terutama backup penyimpanan dari android, secara ummum media terbesar dari gambar dan video berasal dari perangkat mobile ini.

Dari 64gb yang sudah tidak cukup, kemudian berkembang ke 256gb tidak cukup lagi, dan berkembang lagi sampai 2TB alhasil data pun penuh, hal yang sedikit melegakan adalah kampus yang memberikan akun workspace untuk bisa digunakan dengan baik, diantaranya adalah fasilitas penyimpanan unlimited, dengan senang hati saya banyak membackup pekerjaan lama, dan data-data lainnya.

Hanya saja tak bertahan lama, storage yang semula unlimited secara bertahap dibatasi menjadi 2TB, kemudian 500gb dan sampai 100gb saja saat ini.

Penyimpanan Drive Penuh

Dengan kepala yang penuh pikiran jika data hilang lagi, saya tidak punya pilihan untuk selfhosted penyimpanan data pribadi. Secara ideal data tersimpan menggunakan beberapa metode seperti 3-2-1 backup rule yaitu punya 3 exact copy, 2 media type, dan 1 off-site, atau dengan pendekatan raid mirror atau semacamnya.

Sebenarnya itu hal mudah, hanya yang sulit adalah mendapatkan perangkat, untuk kebutuhan penyimpanan hdd adalah pilihan, jika punya budged lebih SSD tidak ada masalah, tapi bukannya cukup justru kurang budged, ada banyak di toko online hdd bekas dan harga bervariasi, harga baru hdd 4tb bisa mencapai 2jt dan bekas sekitar 1,2jt itu adalah harga yang bisa di jamin, tapi bagaimana dengan harga yang lebih rendah? tidak ada yang bisa garansi kecuali toko, dan saya bertaruh untuk membeli harga 160rb.

Akhirnya saya memutuskan untuk membeli di bulan Juli kemarin, Ketika barang sampai terlihat baik-baik saja seperti gambar cover diatas, hanya saja berlanjut ke tantangan berikutnya.

Crystal Disk Caution

Apa yang bisa di harapkan dengan hdd seharga 160rb, kondisi caution lebih dari cukup bagi saya, waktunya ujicoba dengan pengisian data, sekilas saya teringat dengan masalah bad sector di hdd 2tb lama saya, beberapa data ada filenya hanya saja tidak bisa digunakan karena ukuran yang 0kb mungkin dampak dari pemulihan berkas.

Tapi ada sedikit berita baik dimana hdd 2tb yang sebelumnya tidak terdeteksi justru bisa kembali normal setelah di tangani, hanya memang beberapa file yang mungkin bermasalah tersebut, yang jelas itu lah tantangan yang perlu saya siapkan.

ZFS Proxmox

Karena testing di windows normal, selanjutnya saya pasang ke proxmox sebagai network storage, setup zfs sebagai format disk, dengan asumsi mungkin sewaktu-waktu saya akan melakukan penambahan disk. Kita lihat saja sampai berapa lama hdd ini akan bertahan.

Banyak berkas di google drive saya backup ulang ke hdd setidaknya memiliki satu lagi salinan data sampai akhirnya menghabiskan 2tb free space, dan bisa menenangkan pikiran.

Dari semua proses yang tidak berkendala selama berbulan-bulan saya rutin cek status kesehatan melalui SMART di proxmox, sampailah akhirnya di bulan Desember dimana ada sedikit masalah, dan sesuai dengan apa yang saya ekspektasikan.

Zpool Status

Beruntung berkas yang mengalami error adalah berkas yang bisa di download kembali di internet, walaupun berkas penting yang bermasalah saya masih punya backup di google drive kampus. Sejauh ini saya masih membiarkan kondisi error karena alasan titik bad sector sudah terdeteksi, dan selebihnya penyimpanan di titik lainnya dalah sector yang normal.

Sampai saat ini saya menyimpan banyak backup berkas pribadi, berkas titipan orang, berkas pekerjaan, terutama paling besar adalah backup installer, OS, dan VM, dengan layanan samba dan file index server. Dari total 3,6tb free space saya sudah menggunakan lebih dari 80% tanpa ada masalah, dan tersisa 596gb free space yang bisa digunakan.

Bisa dibilang cukup berguna untuk masalah utama saya jika ditanya buat apa, walau ruang tersedia sudah mulai menyempit mungkin kesempatan lainnya saya akan membutuhkan satu hdd lagi.

Dipublikasikan: 23/7/2024