
Pedatren: Ketika Pengabdian Berkolaborasi Dengan Teknologi Informasi (Part 1)
Pondok Pesantren Nurul Jadid Painton Probolinggo, Tempat Mengaji dan Membina Akhlak. Begitulah misi nya, saya masuk pondok pesantren ini ketika sekolah menengah atas dan masuk di salah satu lembaga kejuruan yaitu SMK Nurul Jadid.
Sebelumnya saya sudah masuk pondok pesantren ketika lulus sekolah dasar, di Pondok Pesantren Syalafiah Syafi'iyah Sukorejo. Tidak banyak kenangan yang saya ingat, hanya beberapa momen keluh dan kesah yang masih teringat kecil.
Karena tidak ada yang spesial dalam jenjang pendidikan sebelumnya saya memiliki tekat kuat untuk belajar, ketika masuk Pondok Pesantren Nurul Jadid.
Dan beginilah kisah sampainya saya menjadi programmer, bisa membantu serta mengabdikan diri dalam pembangunan Sistem Informasi dalam pentingnya data di Pondok Pesantren.
1. Pembekalan

Saya sebelumnya memiliki pengetahuan dasar tentang komputer, hanya dasar seperti perangkat keras dan pengaplikasian beberapa software yang sudah pernah di ajarkan sejak sekolah dasar dalam mata pelajaran TIK Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Dengan Sistem Operasi Windows XP, OS pertama yang saya operasikan di sekolah dan warnet. Walau dalam artian yang melenceng juga saya memiliki hobi dalam bermusik dan elektronika.
Di waktu pendaftaran SMK Nurul Jadid terdapat tiga pilihan penjurusan, yaitu Multimedia yang saya anggap mungkin tertarik di sisi musik tapi sepertinya tidak mungkin, Teknik Komputer dan Jaringan yang sepertinya sudah cocok-cocok saja, dan satu lagi yaitu Rekayasa Perangkat Lunak yang terdengar asing.
Karena pembekalan skill googling, saya coba cari tau apa sebenarnya RPL,
belajar dengan orang berpengaruh, pak mujib, pak inyong, pak hendra, dan banyak guru yang tidak bisa saya sebutkan semuanya.
2. Terbentuknya TIM Pengembang

Di saat saya masih di lab belajar dibulan oktober, pak hendra atau singkat saja pak hen memanggil saya untuk ketemu di depan teras SMK, disana saya ketemu mas alfian atau saya sebut saja mas AW, bukan pertama kali tapi sebelumnya memang pernah ketemu ketika para pengurus asrama mencari yang mungkin paham dengan masalah IT, membutuhkan mekanisme live streaming diluar dari internet dan dapat menggunakan fasilitas jaringan intranet yang sudah ada di pesanten.
Cukup mudah, karena hanya membutuhkan server hls atau http live streaming nginx saja sudah cukup, kemudian service untuk dapat melakukan konversi data stream secara realtime ffmpeg saja sudah cukup, hanya saja tantangan berikutnya adalah render server dan bandwith intranet antar titik, hanya sebatas teori dan ide ini tidak berlanjut sampai saat ini.
Kembali ke teras SMK beliau hanya membawa satu lembar kertas berisi gambar schema database yang sudah di susun jauh-jauh hari oleh mas AW, beliau sebelumnya kenal dengan ghulam zaki alumni pesantren yang membawa beliau bertemu dengan pak hen.
Dari penjelasan panjang lebar sistem yang ingin di bangun, pokok inti pembahasannya adalah orang-orang yang akan ada di dalamnya, dan dengan jelas pak hen menjelaskan ke saya untuk coba mengembangkan pembelajaran teknologi progressive web framework vuejs di dalam proyek.
Akhirnya dimulailah proses pengenalan dan koordinas awal, disamping pak hen riset teknologi dan membantu saya belajar, saya berada di frontend untuk menerapkan konsep yang sudah terdesain oleh tim multimedia pesantren.
3. Kisah Lama

Awal masih kelas 1 SMK sebelum keluar untuk melakukan prakerin atau praktek kerja industri, ada proses pendataan santri dimana kita mengisikan satu lembar biodata lengkap, kemudian tidak lama lagi ada penugasan beberapa santri yang mungkin dapat menolong dalam proses input data yang di lakukan di lab lembaga SMP.
Hanya prosesi input data dilakukan beberapa hari setiap malam, terbayarkan lelah dengan nasi bungkus dan makan bersama-sama, bisa dibilang karena proses input data oleh ribuan santri.
Dari aplikasi yang sudah dibuat oleh STT atau sekolah tinggi teknologi yaitu kampus yang memang ada dalam pesantren, yang katanya di kembangkan oleh para dosen-dosen dan anak mahasiswa, sistem ini memiliki beberapa fungsi yang diantaranya adalah bank data.
Proses penginputan data tidak bisa dibilang lancar, di hari pertama ada kendala yang menjadikan proses input ini tidak jadi di lakukan, kemudian di hari berikutnya adalah proses edit ketika terdapat kesalahan penginputan, tidak cukup interaktif klik dan klik, akan tetapi copy dan paste id person dan mencari untuk bisa mengedit kembali.
Singkat cerita data yang sudah masuk semua ini hanya mendapatkan rumor data di angkatan 2017 hilang, mungkin bug sistem atau karena ada banyaknya ikut campur tangan dosen dan mahasiswa.
Itulah kejadian kurang mengenakkan karena dalam sudut pandang mas AW sistem siap dan bisa di gunakan bertanggungjawab atas perkataan tersebut di pesantren dan hadapan para pengurus.
Hal inilah (yang seperti) menjadi dasar mas AW mencari orang di sekitar lembaga sekolah.
4. Memulai Prototype

Satu bulan sebelum liburan maulid, dari pertemuan di akhir bulan oktober maka di rangkumlah proses pengembangan sistem informasi bank data yang belum ada namanya ini, 7 tim pengembang dari sistem analis, backend, frontend, jaringan, dan sistem admin.
Menargetkan setiap waktu, setiap minggu dengan target prototype yang setidaknya mendekati keinginan awal, rapat koordinasi, pembelajaran mengembangkan backend, mendokumentasikan api untuk bisa di gunakan di frontend, dan sampai aplikasi bisa digunakan oleh manusia.
Dalam pemilihan teknologi backend desain awal yang sudah di analisa oleh pak hen dirasa kurang layak untuk kebutuhan database yang cukup kompleks, dari expressjs dan sequelize ORM maka menjadi hapijs dan knexjs query builder.
Antara backend dan frontend juga ada masalah cors yang lumayan mengganggu karena dalam kedua sisi saling menyalahkan, umumnya masalah cors adalah frontend yang tidak dapat membaca costum header yang digunakan oleh backend.
Tanpa menerapkan authentikasi, alhamdulillah aplikasi sudah cukup tertampil, walau saya masih ragu aplikasi ini bisa disebut layak atau tidak digunakan, mengingat hanya prototype mungkin tidak ada masalah
Part II: ongoing.